Ketika Tuhan Menyapa

Posted: Juni 19, 2012 in puisi

Mengagumimu telah meluruhkan sukmaku,

Kau, penuh dengan misteri,

Seakan berada dalam ruang hampa penuh kegelapan,

Aku ingin menyayangimu dalam ruang tersebut,

Mencoba memberikan cahaya cinta,

Menerangi setiap langkah hati yang lambat laun kini mulai temaram,

Memancarkan kesejukan embun pagi,

Aku ingin mencintaimu dengan kesederhanaan,

Melihat angkasa terbentang luas dengan cahaya sang surya,

Tak ingin bergelinang air mata dalam langkahku,

Aku ingin isyarat dimana tuhan mulai menyapa,

Aku ingin surge dimana aku terpejam,

Tuhan, izinkan aku menatapnya, bahkan menjamahnya,

Memberikan rona indah dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s