Good Bye my Princess

Posted: Juni 19, 2012 in cerbung

Hari penuh keceriaan dalam hidup yang penuh dengan impian manis, kini tak menentu kemana arah impian itu. Sepi, kelam, hampa. Hanya kesedihanlah yang telah menghinggapi mimpi itu. Sebuah janji yang telah terukir abadi musnah dengan sebuah kata terakhir yang sangat tak elok tuk di jadikan sebuah alasan kuat. TAKDIR, tak bisakah itu di ubah??? Semua orang mengatakan bahwa takdir itu keindahan. Namun bagiku takdir hanyalah hukuman. Ntah salahkah aku atau apa?. Tapi yang aku pahami, kini hatiku sakit. Semangatku menghilang. Ikut terkubur dengan tubuhnya. Terbujur kaku dalam kegelapan alam lain. Tuhan… mengapa??? Mengapa kau buat aku jadi seperti ini?? Ini tak adil!!! Kau bolehkan mereka bahagia sedangkan kau menghancurkan hatiku. Menyaksikan sepasang merpati itu, aku sungguh, sungguh tak pernah ingin menjadi seperti ini. Aku ingin membuatnya bahagia dengan aku bangkit dari keterpurukan yang hanya mampu menyiksa batin ku ini. Janji ini tak mudah. Namun apalah daya, aku tak mampu bangkit tanpanya. Aku ingin selalu di sampingnya. Bahkan aku akan mati jika ia memintaku untuk menemaninya. Bagaimana aku bisa menepati janjiku??? Sedangkan disaat aku mencoba tuk menepatinya hatiku selalu miris. Tak mampu tuk melakukan itu semua. Cinta… mengapa kau menghukumku??? My princess… jangan kau hukum aku begini. Aku tak mampu tuk melupakan semua kenangan tentang kita. Sulit! Begitu sulit tuk mendapatkan penggantimu seperti sedia kala aku mencintaimu. Aku tak bisa menemukan seseorang yang sama sepertimu. Kini aku hanya mampu menangis! Tak peduli orang mau menganggap aku apa. Memang benar aku seorang cowok tapi tak bolehkan seorang cowok menangis???

 

“hey bro…!! nih ‘cola’ pesenan loe! Trus ngapain loe ngajakin gue ke danau ginian??? Loe nggak maksud buat ngapa-ngapain gue kan??? Inget kita sama-sama cowok!!” seorang laki-laki melemparkan sekaleng cola.

“hush…!!! Loe nape sich??? Gue ngga bakal ngapa-ngapain loe! Lagian gue ngga doyan cowok!!”

“Eits… jangan salah kira, biarpun tampang gue pas-pasan tapi gue yakin suatu saat seorang Radit bakalan nyari gue, hahahaha…! Just kid, trus ada apa nich??? Kok loe pake acara nangis gitu! Ngga laki banget,!”

“emang loe piker Cuma cewek yang bisa nangis??? Asal loe tau aja, cowok juga bisa nangis.”

“ok…ok… gue ngalah! Trus apa yang ngebuat loe sampe nangis kaya gini???”

“gue inget sama Cinta gue! Gue kangen sama Cinta gue!”

“maksud loe???”

“Den, gue pengen cerita sama loe,! Gue bingung apa yang harus gue lakuin sekarang,.”

“gue sich mau-mau aja bantuin loe, tapi tunggu dulu! Siapa yang loe maksud barusan??? Loe kangen sama cinta loe?? Siapa cinta loe itu??? Bukannya loe bilang loe belum pernah jatuh cinta sebelumnya??”

“sebenernya selama ini gue bohong sama loe.!”

“bohong!! trus apa alasan loe ngebohongin gue???”

“karena dia nyuruh gue buat ngga pernah ngungkit-ngungkit namanya di depan orang lain. Dia nyuruh gue buat ngelupain dia,! Tapi gue ngga bisa. Itu terlalu sakit buat gue. Gue nggak kuat kalo harus menyimpan semua ini sendirian. Bayangan menakutkan itu selalu terukir dalam mimpi gue setiap malem”

“ jadi, siapa cinta dalam hidup loe itu Dit??”

“namanya Cinta, dia adalah satu-satunya cinta dalam hidup gue. Cinta pertama dan terakhir gue. Cinta si penyemangat hidup gue. Tapi kini semua terasa hancur dengan kepergiannya.”

“maksud loe???”

 

FLASH BACK!!!

3 tahun lalu

Gemericik hujan membasahi dedaunan nan rindang. Awan mendung yang selalu setia pada hujan mengukirkan sebuah pelangi setelah kepergian mereka. Tak pernah ada cinta sejernih Cinta. Seorang gadis yang sangat di puja akan parasnya yang cantik. Seorang Cinta yang apa adanya inilah yang menorehkan sebuah kisah cinta yang begitu indah.

“ kemana sih dia??? Udah jam segini belum jemput juga!” pekik seorang gadis di sebuah halte. Tempat biasanya ia bersender menunggu jemputan kekasihya.

Tak selang beberapa menit kemudian.

Bpim…bpim…

Suara klakson mobil membuyarkan semua lamunan kesendiriannya. Seseorang keluar dari mobil tersebut dengan menenteng sebuah payung untuk menutupinya dari derasnya air hujan.

“Radit???”

“Hai Cin, maaf gue  telat. Loe  udah lama nunggu???”

“eum… enggak!!” pekik cinta menutupi kekesalannya. Entah ada magic apa dalam hatinya. Di setiap ia ingin marah kepada Radit, seakan semua kemarahannya menghilang dengan tatapan sendu yang selalu terlihat di mata Radit. Dengan semua perlakuan dan tatapan itu, mampukah Cinta pergi tuk meninggalkannya? Mungkin ini akan membutuhkan waktu yang lama.

“Cinta???”

“ya,  kenapa Dit??”

“loe kenapa sih??? Gue lihat loe dari tadi, ngelamun terus!”

“enggak kok, gue Cuma ngebayagin aja, mungkin bakalan asyik ya kalo kita ambil foto bareng pas habis hujan kaya gini di dermaga tempat biasa kita ketemu.” Lirih cinta. Suaranya bergetar di dampingi  dengan jemari Cinta yang ikut bergemetar sembari memutar-mutar cincin pemberian Radit dulu sewaktu ia ulang tahun.

“jadi loe pengen??? Ayo sekalian. Mumpung gue lagi bawa kamera nih. Tadi si Seta nitipin kameranya ke gue.

“beneran??? Tapi ngomong-ngomong loe, Seta, Tio, Noe  ma Deri makin menggila aja dari tiap hari gue ngeliatin kalian. Terutama sama Seta.”

“hahaha… gue emang paling deket sama si Seta. Tapi jangan salah! Sedeket-deketnya gue ma Seta, gue ngga bakalan mau ngalah ama dia. Dalam hal apapun termasuk loe!”

“gue???”

“ia, loe!! Selama ini gue tahu kalo Seta suka sama loe, tapi gue masih bisa nahan amarah gue. Yap… kita udah sampe! Ayo…!!!!”  Radit mematikan mobilnya dan keluar sambil mengalungi sebuah kamera.

“ma…mak…” belum selesai bicara Radit sudah menghilang dari sampingnya. Cinta pun ikut keluar dari mobil.

“Ayo… “ ajak Radit dengan menarik tangan kanan Cinta menuju ke sebuah dermaga.

” Pemandangannya begitu bagus.”  Takjub Cinta.

 

Jprett… jprett… Cinta kaget tanpa tanda yang pasti, tiba-tiba saja Radit mengambil gambarnya tanpa izin. Keceriaan kini terukir indah pada wajah Radit dan Cinta. Semua penak terasa hilang tuk sejenak. Mereka lari-larian, saling mengejar satu sama lain. Dan sesekali mengabadikannya pada sebuah foto. Rasa lelah begitu menyelimuti mereka.

“sepulang  dari sini, kita harus langsung cetak foto ini.” Ucap radit sambil bersandar di pundak Cinta. Kini mereka sedang berada di tepian dermaga. Kaki mereka mengayun dalam air. Semua ocehan dari Radit hanya dibalas dengan senyum simpul dari Cinta.

 

@@@

“ Loe maukan bantuin gue??? Please!! Sekali ini aja loe bantuin gue.! Untuk yang terkhir kalinya!”

“ngga mungkin Cin, Radit bakalan marah kalo tahu tentang semua ini.”

“maka dari itu Set, bantuin gue buat bikin Radit ngejauhin gue. Gue yakin loe bisa.”

“tapi Cin, emang bener selama ini gue suka sama loe. Tapi gue juga masih ngehormatin Radit sebagai sahabat gue. Gue ngga mau di anggap udah ngehianatin dia.”

“please Set, tolongin gue.”

“ok, gue bakalan bantuin loe, tapi loe kasih tahu ke gue apa alasan loe ngelakuin semua ini!”

 

Cinta berjalan menuju sebuah pagar dermaga tempat ia dan Seta kini berada. Tatapanya kosong mengarah ke pemandangan sekitar dermaga. Sebuah getaran ketakutan menyelimuti hatinya. Ketidak mampuannya menerima kenyataan membuatnya bimbang antara bertahan atau tetap meneruskannya. Namun Cinta harus memilih demi kebahagiaan Radit. Merpati hatinya.

“gue sakit Set!!” Cinta mulai angkat bicara.

“ Maksud loe???” ekspresi muka Seta terlihat pucat, bingung dengan apa yang telah di maksud oleh Cinta.

“Dokter  bilang waktu gue tinggal sedikit. Gue kena kanker otak stadium 4 dan itu udah ngga bisa di apa-apain lagi. Maka dari itu, gue minta loe buat pura-pura jadi selingkuhan gue. Biarin gue pergi tanpa ngasih beban buat Radit. Gue ngga pengen Radit sedih. Dengan gue selingkuh sama loe, dengan perlahan  radit bakalan ngebenci gue dan perlahan ia bakalan ninggalin gue. Inilah yang terbaik buat Radit.”

“kenapa??? Kenapa loe ngga bilang sejujurnya aja sama Radit???”

“karna gue terlalu sayang sama Radit, sehingga gue ngga rela jika hidup Radit terpuruk dengan kepergian gue kelak. Loe maukan nolongin gue? Anggep aja ini permintaan terakhir gue ke loe.”

“jujur ini sangat berat, tapi demi loe, gue bakalan bantuin loe.”

“thanks ya Set??” sebuah pelukan bernaung dalam tubuh Seta. Dalam hati Seta berkata dengan sedih “loe nggak pernah mikirin betapa gue sangat sakit mendengar semua pernyataan loe Cin, tapi demi kebahagiaan loe gue bakalah nglakuin semua permintaan terakhir loe.”

@@@

Hari kelam mungkin kan temaram dalam alam. Namun cinta suci takkan pernah menjadi bayangan yang kan kelam dalam alam. Semua begitu berat, namun hati yang ikhlas kan meringankannya. Hanya mampu berserah diri dan berusaha. Semua keputusan sudah ada pada garis-Nya yang di atas.

 

Semua kini telah di mulai. Dengan pemikiran yang matang, Cinta meminta Seta untuk berpura-pura  menjadi kekasih barunya. Alasan utamanya adalah Cinta tak ingin jika Radit mengetahui jika ia mengidam kanker yang sangat ganas. Cinta tak mau jika Radit kan menangisi nasibnya. Lebih baik dia memilih Radit membenci dan meninggalkannya dari pada harus melihatnya rapuh dan terbujur kaku dalam ranjang penuh dengan peralatan medis. Seta, mungkin dengan Cinta memilih berpura-pura pacaran dengan Seta akan membuat Radit lebih cepat meninggalkannya. Semoga saja iya.

 

“loe yakin Radit bakalan datang ke sini??” Tanya Cinta.

“gue yakin, tadi gue udah nyuruh Noe buat ngajakin anak-anak kumpul di daerah sini, daerah dekat dermaga yang sering digunakan orang-orang untuk melepaskan penat hiruk pikuk perkotaan. Jadi gue yakin Radit bakalan ikut.”

“ok, kalo gitu kita mulai dari saat ini.” Pinta Cinta, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, permainan Cinta dan Seta di mulai.

“maafin gue, selama ini gue udah acuhin loe, sampe loe harus terpaksa menerima Radit Cin.”  Sebuah tatapan sendu membuat semua rekayasa cinta ini semakin terlihat seperti nyata. Seta membelai lembut  poni Cinta.

“Set, gue udah lama sayang sama loe. Tapi kenapa loe biarin gue sama Radit???” Cinta mulai terhanyut dalam permainannya. Di liriknya kesamping. Dari kejauhan terlihat sosok Radit, Noe, Deri dan Tio mengawasi.

“karna gue ngga mau nyakitin hati Radit. Tapi sekarang, bukan!! Lebih tepatnya mulai sekarang gue bakal rubah semuanya. Gue bakalan rebut loe lagi dari Radit. Karna gue rasa semua ini udah cukup.” Senyuman lembut mulai mengembang di pipi Seta.

“loe janji???” Tanya Cinta dan dibalas anggukan oleh Seta. Cinta akhirnya melepaskan cincin yang pernah di berikan Radit kepadanya. Cincin itu ada sepasang, yang satu ada di Radit. Dan ini akan membuat Radit tambah percaya dengan melihatnya. Cinta meraih tangan kiri Seta dan memberikan cincin itu. Lantas Cinta pun pergi.

 

Dari jauh seorang laki-laki yang tak lain adalah Radit, terlihat geram, marah, panas dan apalah setelah  melihat kejadian tersebut. Raditpun menghampiri Seta yang masih berdiri mematung setelah Cinta melangkah pergi. Tangannya mengepal dengan hati yang sangat gusar.

“loe!!! Jadi selama ini loe sama Cinta main di belakang gue???” sebuah tonjokan mulai di daratkan pada pipi Seta.

“haha… “ sebuah senyuman iblis  diberikan Seta.

“gue kira gue udah ngga perlu nutupin ini lagi. Berhubung loe udah tahu pula, gue bakalan bilang langsung ke  loe sekarang juga.! Mulai sekarang gue bakalan berusaha ngambil Cinta gue lagi. Ngambil Cinta yag pernah gue beri ke loe!!!”

“brengsek loe!!!” sebuah tonjokan kembali di daratkan Radit. Kali ini Seta tidak diam saja, ia membalas tonjokan dari Radit.

“gue udah cape! Gue ngga tahan ngeliat loe sama Cinta! Gue bakalan ambil Cinta lagi!”

“Gue ngga bakalan biarin loe ngambil Cinta dari gue!” pertengkaran itu mulai menjadi. Hingga akhirnya Noe, Tio dan Deri harus turun tangan untuk melerai.

“Dit udah.” Cegah Noe dengan mencoba menyeret Radit menjauh dengan di bantu Tio.

“loe juga Set.!” Bagian Deri adalah menyeret Seta.

“lepasin gue Noe! Gue bakalan bikin dia babak belur.” Brontak Radit.

“lepasin gue Der, biar gue manpusin aja tuh bocah.” Seta ikut memberontak.

“STOP!!! Kalian ini apa-apaan sih??? Ngga usah kaya anak kecil yang lagi ngerebutin mainan.” Saking gerahya dengan pertengkaran Radit dan Seta, Tio mulai angkat bicara untuk menengahi.

“loe Dit, sejak kapan loe jadi brutal gini?? Loe juga Set, sejak kapan loe udah bikin permainan bohong kaya gini??? Kalian ngga malu apa di lihatin banyak orang dari tadi??? Apa kalian mau polisi yang datang dan melerai kalian HA???” bentak Tio.

“lepasin gue.”  Radit memberontak dan Noe pun melepaskan tangannya dari tubuh Radit. Setelah lepas, Radit pun beranjak pergi meninggankan tempat itu.

@@@

Radit masih tak bisa menerima semua yang telah ia dengar. Radit berusaha menghubungi ponsel Cinta, namun tak ada satupun jawaban yang ia terima. Hatinya kini bertambah grusar. Berkali-kali ia mecoba hingga akhirnya putus asa. Lantas Radit memutuskan untuk pergi ke apartemen Cinta bersama ke-3 sahabatnya. Sesampainya di parkiran  mobil Noe yang sedang memegang kemudi menemukan seseorang sedang di dalam mobil berdua.

“Dit, bukanya itu Cinta sama Seta???” pekik Noe.

“mana???” sahut Tio yang ada di samping Noe.

“apa yang sedang di lakuin cinta??? Kenapa dia megang-megang pipi Seta???” pekik Deri bingung. Radit yang mendengarnya, langsung melihat dengan luapan amarah. Mereka turun dari mobil dan Radit langsung berjalan menuju sebuah mobil ferrary berwarna silver tersebut di ikuti Noe, Tio dan Deri.

 

Di sisi lain.

“loe ngga papa kan???” ucap Cinta sambil memegang luka memar di ujung bibir Seta.

“ha.. ini Cuma luka biasa, loe ngga usah khawatir.”

“maafin gue, udah bikin loe harus babak belur kaya gini.” Ucap Cinta merasa bersalah. Namun dengan tiba-tiba Radit datang dari depan dengan tatapan marah.

“keluar loe BRENGSEK!!!!” bentak Radit. Namun kedatangan radit malah tak dihiraukan oleh Cinta. Malah kedatangannya sangat di manfaatkan oleh Cinta. Cinta semakin merapat ke tubuh Seta. Seta membalas dengan rangkulan tangan. Melihat radit dengan tatapan dan senyuman kemenangan. Tak ada respon dari Cinta dan Seta, Radit t’lah habis kesabaran. Radit menuju pintu tempat Seta duduk, membukanya, menyeret Seta keluar mobil, lalu menonjoknya dengan bertubi-tubi. Tak ada balasan satupun yang di berikan Seta. Cintapun ikut keluar. Noe  dan Deri berlari menuju Seta dan Radit untuk ikut melerai.

“cukup Dit!!! Ujar Cinta sambil menolong Seta. Tapi Radit tak menghiraukan. Ia tetap berusaha meneruskan aksinya hingga…. Bugh. Sebuah tonjokkan medarat pada seseorang di hadapannya, dan itu Cinta. Ternyata Cinta menahan tinju yang di layangkan Radit kepada Seta. Noe dan Deri yang berlari tiba-tiba berhenti akibat kaget dengan apa yang mereka lihat.

“Ci..Cin…Cinta!!!” Radit kaget dengan apa yang telah ia lakukan. Ia pun mencoba untuk menyentuh Cinta, tapi tangannya segera di tepis oleh Cinta.

“sudah cukup!!! Lebih baik hubungan kita sampai sini!! Kita PUTUS.” Sebuah suara di tekankan pada kata putus oleh Cinta.

“Loe ngga papa kan Set???”

“gue ngga papa, lebih baik gue pergi aja!” Seta beranjak untuk pergi. Ia mengemudikan mobilnya menjauh dari hadapan mereka semua. Cinta juga ikut beranjak pergi utuk masuk ke apartementnya. Radit berjalan gontai meninggalkan parkiran tersebut. Di jalan ia terlihat lesu, kakinya terasa kaku hingga semua orang yang ada dihadapannya ia tabrak.

 

@@@

Selama berjam-jam, Radit mengurung dirinya di kamar. Radit tampak frustasi. Semua ia banting. Mulai dari vas bunga, guci, kursi, batal , seprei hingga kamarnya Nampak seperti kapal pecah. Sebuah kaca ia tinju hingga tangannya berdarah.

“hyaaa…..” semua kekesalan, ia lampiaskan pada tinjuannya itu. Akibatnya juga kaca retak bahkan pecah.

 

Dan dari kejadian kemarin tak sengaja Noe, Deri dan Tio mengikuti Cinta. Mereka melihat tubuh Cinta begitu lemas setelah kejadian itu. Cinta menyenderkan tubuh pada dinding dan memerosorkan tubuhnya ke lantai. Dari balik pintu, Noe dan Deri mengintip Cinta. Mereka melihat air mata mengalir di pipi Cinta. Mereka juga melihat rambut Cinta yang rontok saat Cinta menyisir rambutya dengan tangan.

“apa yang sebenarnya terjadi???” lirih Noe penasaran.

“entahlah, gue sendiri ngga ngerti!” jawab Deri.

 

BLug… percakapan Noe dan Deri dibuyarkan dengan suara dari dalam apartement. Karena penasaran Noe melihat kedalam dan mendapati Cinta tergeletak pingsan.

“Cinta???”kaget Noe.

“Der, Tio… bantuin gue!!!”

“Cinta???? Apa yang terjadi sama cinta???” Tio panic.

“gue ngga tahu, tiba-tiba aja kaya gini.”

“ya udah!!! Bawa ke rumah sakit saja!!!” ajak Deri.

“loe betul! Ayo…” Tio menambahi.

 

@@Rumah Sakit…

“keluarga saudari Cinta???”

“iya dok kami keluarganya!!! Apa yang sebenarnya terjadi dok???” Tanya Noe.

“begini, kanker Cinta semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia harus segera di operasi hari ini juga. Jadi saaya membutuhkan persetujuan dari kalian semua!”

“kanker???” ucap Noe, Deri dan Tio serempak.

“iya, apa kalian ngga tahu??? Cinta sudah lama mengidam kanker otak. Dan semakin lama, kanker itu semakin menjalar pada tubuhnya.” Jelas dokter. Ketiga sahabat iru langsung tersungkur lemas. Noe tertunduk kaku pada dinding.

“ gimana dengan Cinta???” Tanya Seta yang baru saja datang.

“kata dokter, Cinta harus segera di operasi hari ini juga. Kanker yang ia derita sudah mulai menjalar ganas ke dalam tubuhnya.” Jelas Deri.

“ngga mungkin!!!” Seta tak percaya dengan apa yang ia dengar.

 

Ckleekkk… Seta membuka pintu ruangan dimana Cinta di rawat sekarang. Di ikuti Noe dan Deri. Sedangkan Tio masih terdiam di luar.

“Cinta???” lirih Seta.

“^^ gue ngga papa kok!!!” jawab Cinta masih dengan sebuah senyuman di wajahnya.

“ lebih baik kita kasih tahu Radit.” Usul Seta.

“Seta bener Cin, Radit harus tahu tentang ini.” Noe ikut membujuk.

“ngga, gue ngga mauRadit tahu tentang semua ini. Gue ngga mau Radit tahu kalo selama ini adalah rencana gue supaya dia ngejauh dari gue. Gue ngga mau Radit sedih kalo suatu saat nanti gue pergi.”

“tapi Cin???” sebuah nada penolakan keluar dari mulut Deri.

“jadi selama ini kalian berpura-pura???” Noe memperjelas maksut dari apa yang di katakana Cinta.

“ya… seperti yamg sedang kau lihat.”

“jadi ini alasannya!” di luar, ternyata Tio mendengar semua percakapan dari Cinta , Seta, Noe dan Deri. Tanpa sepengetahuan dari Cinta, Tio berinisiatif menelepon Radit. Tio tak kuasa dengan penderitaan yang di alami semua sahabatnya.

 

Drrrttt…drrrttt… drrrttt….

Sebuah deringan terasa di saku calana Radit. Sekarang Radit sedang berada di dermaga biasa, tempat ia meluapkan segala kesedihan.

“halo…!”

“Dit… Cinta… Dia…” Tio menggantungkan kata-katanya.

“Cinta  kkenapa???” Radit mulai sedikit panic.

“Cinta mederita kanker otak stadium 4. Kankerya sudah semakin parah! Dan dia harus di operasi saat ini juga! Cinta ada di rumah sakit M<edia Utama”

“pppiiipppp!”

DEG… mendengar  berita dari Tio, Radit langsung menutup ponselnya. Ia berlari dari dermaga ke rumah sakit dimana Cinta di rawat sekarang. Segala pikiran radit berkelana ke seluruh penjuru kenangan yang pernah ia lewati bersama Cinta. Hati Radit bergetar hebat. Sebuah ketakutan bergemelut dalam jiwa.

@@@

 

“Cinta… apa anda sudah siap???” tanya dokter yang akan mengoperasi Cinta.

“saya siap dok!!!”

“baiklah!!! Suster! Silahkan bawa Cinta ke ruang operasi.!”

“baik dok!” jawab suster. Semua yang berada di sana, ikut mengantarkan Cinta menuju ruang operasi. Sebuah tatapan sendu tertuju untuk Cinta seutuhnya.

“kalian ngga usah khawatir. Gue bakalan berjuang demi ketemu kalian lagi.”

Grag… ruang operasi mulai di tutup. Lampu ruangan mulai menyala, itu bertanda operasi sudah di mulai. Kembali ke Radit, dia masih mati-matian berlari untuk menuju rumah sakit. Sesampaiya di rumah sakit, ia berpapasan dengan Seta. Radit tetap melangkahkan kakinya pergi. Akan tetapi tangan Radit di tahan oleh Seta.

“tunggu!!!” Radit memberhentikan langkahnya dan berbalik. Menatap tajam ke arah Seta. Seta memberikan sebuah cincin milik Cinta pada tangan kiri Radit.

“ini, tak seharusnya untuk gue. Cinta sangat menyayangi  loe. Maaf! Seharusnya gue ngga pernah nurutin permintaan Cinta buat pura-pura jadi pacarnya.” Sesal Seta. Seta pergi dan menghilang dari hadapan Radit. Radit hanya termenung dan terdiam.

“Cinta???” Radit teringat dengan Cinta dan langsung berlari menuju ruang operasi.

“Cinta….” Radit histeris di depan ruang operasi.

“tenang Dit,” bujuk Tio.

 

@di dalam ruang operasi.

Segenap direksi dokter berusaha menyelamatkan Cinta. Namun semua berakhir di saat detak jantung cinta menghilang dari garis pendeteksi. Ttuuuuutttt……

Sebelumnya Cinta meneteskan air mata terakhir. Air mata kebahagiaan.

Radit,.. gue seneng karna selama ini gue bisa kenal loe dan mendapat sebagian tempat dihati loe. Maafin gue kalo gue udah bikin loe sakit hati dengan semua kebohongan gue. Semua ini demi kebahagiaan loe. Gue ngga pengen loe nangisin kepergian gue. Gue pengen loe tetap semangat dan bahagia meskipun gue udah ngga ada. I LOVE U Radit…”

Ttuuuutttt……. jantung Cinta sudah benar-benar berhenti. Semua dokter dan perawat yang ada di dalam ruang operasi menyerah dengan segala usaha yang mereka lakukan. Lampu operasi pun di matikan. Dan dokter membuka pintu rung operasi. Berjalan dengan lesu. Sebuah  tatapan penyesalan ia perlihatkan.

“bagaimana dok??” tanya Noe.

“maaf, kami sudah berusaha segenap tenaga. Tapi kuasa yang di atas lebih besar dari pada kuasa kami.”

“Cin…taaa……” Radit berteriak histeris mendengar pernyataan dari dokter. Radit tersungkur lemas di tangan Tio.

Grereg… grereg… beberapa perawat membawa tubuh Cinta keluar. Randit langsung berdiri dan meghampiri. Ia menggenggam tangan Cinta yang sudah dingin.

“Cinta… hueheuhuehueheu…. maafin gue!!!”

“Cinta… bangun!!!”

“wake up my princess, let me hear your voice!”

“Cintaaa……” semua sahabat Radit hanya mampu menyaksikan tragedy ini dari kejauhan.

“permisi tuan… siapakah di antara kalian yag bernama Radit???” tanya seorang dokter.

“itu saya dok!” ucap Radit masih dalam posisi tangannya memeluk tubuh Cinta yang terbujur kaku.

“sebelum Cinta di operasi, dia menitipkan sebuah surat untuk anda!”

“ terima kasih dok.”  Radit segera membuka surat tersebut.

 

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

For  my prince, Radit.

Radit, mungkin ini surat terakhir gue buat loe. Jangan pernah loe tangisin kepergian gue. Karena air mata loe hanya akan membuat gue sedih di sana. Gue pengen loe bangkit! Meskipun tanpa gue disisi loe. Maaf kalo gue selama ini punya salah sama loe. Maaf karena gue selama ini udah bohongin loe kalo gue selingkuh  sama Seta dan gue udah ngerahasiain penyakit gue ini dari loe. Jujur gue ngga bermaksud buat  nyakitin hati loe. Gue Cuma ngga pengen loe sedih jika suatu saat gue pergi ninggalin loe. Soal gue ngeputusin hubungan kita kemaren, sebenernya gue ngga pernah serius dengan semua itu. Sedih rasanya harus pergi secepat ini. Tapi gue nerima semua, karena gue yakin suatu saat nanti kita bakalan ketemu lagi di surga. Gue harap loe bakalan terus tersenyum seperti biasa. Gue harap, loe bisa nemuin pengganti gue suatu saat nanti.. loe harus janji sama gue kalo  loe bakal nyari cewe itu. Loe harus janji kalo loe bakalan bahagia. Gue ngga akan pernah marah kalo loe nemuin pengganti gue. Karna gue yakin, kalo gue masih bakal tetep dapet tempat special di hati loe. Loe ngga akan sendirian, karena gue bakalan nemenin langkah loe sampe loe ngedapetin pengganti gue. Senyum loe, sangat berharga buat gue. Kalo loe sedih terus, jangan harap gue bakalan tenang di surga. Dan satu lagi. Jangan pernah loe ceritain keberadaan gue kepada siapapun sampe loe dapet pengganti gue. Cukup Seta, Noe, Deri dan Tio yang tahu. This even a little while but my love for you not on the turn. I LOVE U now and ever.

 

Your princess

Cinta

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

 

@@@@@

“Dermaga ini akan terus menjadi kenangan kita berdua. Gue  bakal inget itu selalu Cinta. Ini adalah mungkin terakhir kalinya gue datang kemari. Gue bakal pindah ke kota lain. Semoga loe tenang disana Cinta. Seperti yang loe janjikan, gue masih bisa ngrasain kehadiran loe di samping gue. Kenangan antara kita kan selalu gue kenang. Dan gue bakal jaga senyum ini untuk loe. Meskipun itu terlalu sakit untuk gue.

 

END FLASH BACK

“semenjak kepergian Cinta gue pindah kesini. Gue kembali ke tempat asal gue ada.”

“trus gimana dengan kabar si Seta, Noe, Deri dan Tio.???”

“semenjak kejadian itu, Seta melanjutkan studinya ke LA, Noe berkarir di bidang jurnalistik, banyak buku yang udah dia tulis, seperti yang loe baca kemaren. Never Ending Story. Buku itu sebenernya nyritain kehidupan kami sewaktu masih di singapure. Deri, dia…??? gue ngga tahu dia ada dimana sekarang. Ada yang bilang dia udah nikah dan menetap di Amrik. Kalo Tio, dia masih setia nemenin Cinta di sana sampe gue dapet penggantinya.”

“jadi, itu alasan loe kembali ke Indonesia???”

“yap, tapi gue kembali bukan untuk ngelupain dia, tapi untuk menenangkan diri gue sejenak.”

 

kenapa harus jadi begini??? Bangkit!!! Ayo bangkit!!!”   bentak seseorang.

 

End…

tunggu lanjutannya….

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s